ads

Candi Mendut, Tiga Arca Budha dan Relief Jataka

Mendut temple
Candi Mendut - from google street view

Candi Mendut, Tiga Arca Budha dan Relief Jataka 

Candi Mendut - Jika pada kesempatan sebelumnya kami sudah pernah mengupaskan tentang salah satu destinasi wisata candi dari Yogyakarta, yang tak lain adalah Candi Pawon dan juga candi Borobudur. Dan untuk kali ini kami akan menelusuri eksotisme dari Candi Mendut yang letaknya tidak berjarak jauh dari Candi Pawon dan juga Borobudur. Tertarik? Yuk ikuti kami! 

Candi Mendut adalah sebuah candi yang mempunyai bentuk segi empat Tinggi bangunan seluruhnya 26,40 m. Candi ini dibangun oleh salah satu Dinasti Syailendra, yang tak lain adalah Raja Indra. Bukti peninggalan sejarah tersebut dapat kita temukan di Prasasti Kayumwungan yang ditemukan di Karangtengah. 

Tubuh candi Buddha ini berdiri di atas batur setinggi sekitar 2 m. Di permukaan batur terdapat selasar yang cukup lebar dan dilengkapi dengan langkan. jika kita melihatnya dari kejauhan akan tampak terlihat bak candi yang cukup kokoh dan juga megah. 

Saat Anda mengelilingi area sekitar candi, Anda akan menemukan relief atau pahatan berupa cerita binatang (fabel) seperti kisaha cerita Brahmana dan kepiting, kera dan burung manyar, serta masih banyak relief bentuk lainnya. Dinding kaki candi Mendut dihiasi dengan 31 buah panel yang memuat berbagai relief cerita, pahatan bunga dan sulur-suluran yang indah. 

Di Candi Mendut terdapat Jaladwara atau saluran untuk membuang air dari selasar. Jaladwara terdapat di kebanyakan candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, seperti di Candi Borobudur, Candi Banyuniba, Candi Prambanan dan di Situs Ratu Baka Jika Anda berkunjung ke candi yang satu ini, Anda akan menjumpai banyak jajaran stupa kecil yang berjajar mengelilingi disekitar area candi. 

Jika kita melihat secara sekilas, relief Jataka atau pahatan yang dimiliki oleh bangunan Candi Mendut ini seperti ditujukan untuk anak-anak. Namun sebenarnya pahatan tersebut mempunyai arti kisah Jataka dengan pesan moral yang sangat kental untuk para wisatawan yang mengunjunginya. 

Cerita jataka diantaranya kisah kera dan banteng. Binatang Kera yang nakal dan suka mengganggu banteng, namun banteng diam saja. Sang Dewi hutan menasehati banteng untuk melawan kera, namun banteng menolak mengusir kera, karena takut kera akan pergi dari hutan dan mengganggu kedamaian binatang-binatang lain. 

Akhirnya dewi hutan bersujud kepada banteng karena sikap banteng didalam menjaga keserasian dan kedamaian di hutan. Kisah jataka lainnya adalah pengorbanan seekor gajah yang mempersembahkan dirinya untuk dimakan oleh para pengungsi yang kelaparan dan masih banyak lagi.

Menengok pada bagian dalam Candi Mendut terdapat 3 buah Arca yang lumayan tinggi dengan ukuran masing-masing sekitar 3 meter. Arca-arca yang terdapat dalam candi Mendut tersebut diantaranya adalah Arca Bodhisatva Vajrapani, Arca Budha Avalokitesvara (Lokesvara), dan Arca Dyani Buddha Cakyamuni (Vairocana. Ketiga Arca yang terdapat pada bagian dalam candi terbuat dari bebatuan utuh yang dipahat sedemikian rupa hingga hasilnya cukup mempesona. 

Lokasi Candi Mendut dimana?

Untuk lokasi Candi Mendut ini tidak jauh dari Candi Borobudur, tepatnya terletak di Ds. Mendut, Kab. Magelang, Jawa tengah. sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta. Lokasinya hanya sekitar 3 km dari Candi Borobudur, yang mana Candi Buddha ini diperkirakan mempunyai kaitan erat dengan Candi Pawon dan Candi Mendut. Ketiga candi tersebut terletak pada satu garis lurus arah utara-selatan. 

Setelah merasa puas menelusuri berbagai daerah disekitar candi Mendut, saatnya Anda mengunjungi kios souvenir yang terdapat tidak jauh dari area candi Mendut. Anda bisa memilih cinderamata yang menjadi khas Jawa Tengah untuk keluarga tercinta dirumah.

Mari berwisata sambil melestarikan kekayaan alam dan budaya Indonesia dengan wisata Candi Mendut. Siapkan segalanya lebih awal dan rencanakan perjalanan Anda dengan baik, Happy long weekend in Yogyakarta. Happy Travelling to All tourist attractions In Indonesia, Candi Mendut, Tiga Arca Budha dan Relief Jataka.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment